Jakarta, protesNews.com- Tawuran warga bisa berdampak cidera fisik, kematian dan masalah hukum. Hal tersebut disampaikan Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat, S.T.K, S.l.K menyempatkan waktu dalam pertemuan dengan 9 Ketua RW, anggota LMK, FKDM dan puluhan tokoh masyarakat se-Tanah Sereal.
Kehadiran pejabat Tiga Pilar Kecamatan Tambora, Camat Pangestu Adji Swandhanu, Danramil Rayon diwakili Serka TNl Edy Saputra Saragih. Informasi yang diperoleh wartawan chanel media online protesnews.com, menyebutkan pertemuan silaturahmi sekitar pukul 23 08 WIB diadakan secara spontan yang dipasilitasi Lurah Tanah Sereal Tubagus Masrul Iman, Binmas Aiptu Pol M.Azis didampingi Babinsa Pelda TNl Edy Sucipto bertempat depan Posko PCT (Pantau Cegah Tawuran) Tanah Sereal.
Giat upaya membahas pencegahan tawuran warga di wilayah hukum Polsek Tambora pasca liburan lebaran Idul Fitri 1447 H. Warga dihimbau khususnya remaja agar tidak terlibat tawuran yang berakibat gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, "Saya tegaskan bilama didapati ada warga terlibat tawuran akan dipastikan diproses sesuai hukum dan disanksi pidana" ungkap Wahyu di harapan puluhan peserta dialog interatif langsung di jalan Tanah Sereal Raya Jakarta Barat.
Masalah sosial gangguan Kamtibmas dibahas pada Jumat malam (27/3/2026) diharapkan warga juga tetap waspada terhadap maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor, warga agar meningkatkan keamanan dengan menambah kunci doble pada sepeda motor ketika kendaraan di lokasi parkir. Wahyu yang dilantik pada Pebuari 2026 sebagai Kapolsek Tambora menggantikan pejabat sebelumnya Kompol M.Kukuh Islami.S.l.K,M.l.K.
(*ocong rw)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar