Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 November 2025

Ledakan Mengejutkan Terjadi di Masjid SMAN 72 aKomplek Kodamar Kelapa Gading Jakarta Utara, 8 Orang Luka-Luka


JAKARTA, ProtesNews.com - Pada hari Jumat, 7 November 2025, sekitar pukul 12.30 WIB, sebuah ledakan mengguncang masjid di SMAN 72 yang terletak di Kompleks TNI AL Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kejadian ini membuat suasana di wilayah tersebut menjadi mencekam dan segera menjadi perhatian pihak berwajib.

Ledakan ini melukai delapan orang yang langsung mendapatkan pertolongan medis. Tim kepolisian dan TNI saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab ledakan. Selain itu, area sekitar masjid telah steril untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses penyelidikan.


Pihak terkait terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menghindari lokasi kejadian demi keamanan bersama. Laporan resmi dan perkembangan terbaru akan disampaikan segera setelah penyelidikan selesai.

Kejadian ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga keamanan fasilitas publik, terutama di kawasan vital seperti komplek militer. (E L)

Minggu, 28 September 2025

KEBAKARAN MELANDA KRENANG, JAKARTA BARAT



JAKARTA, protesNews.com- Kebakaran hebat terjadi di RT 014 RW 03 Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora Jakarta Barat pada Minggu, 28 September 2025, sekitar pukul 10 50 WIB. 

Api berhasil dipadamkan pada pukul 1158 WIB setelah petugas DAMKAR melanjutkan pendinginan tempat kejadian peristiwa.

Petugas Damkar Nur Fauzi (40) mengalami luka bakar parah, Ny Idah (wanita, 45 tahun) mengalami luka-luka dan Fauzan (laki-laki) mengalami luka-luka. Catatan yang dihimpun portal berita nasional protesNews.com, menyebutkan 2 rumah hunian terbakar, jumlah warga kehilangan tempat tinggal 16 jiwa terdiri 1 orang lansia dan 15 orang dewasa. 

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Beruntung, api tidak meluas ke rumah-rumah lainnya berkat penanganan cepat dari petugas Damkar Krendang.

Camat Tambora, Holi Susanto, hadir ke lokasi kebakaran dan mengunjungi korban yang dirawat di Puskesmas Kecamatan Tambora. Beliau memastikan bahwa korban mendapatkan perawatan yang memadai dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu warga yang terdampak 2 rumah terbakar.

Kebakaran ini berdampak pada 2 rumah hunian yang terbakar. Warga setempat berharap agar bantuan dari pemerintah untuk memulihkan kondisi mereka.

(*herdy/aziz)

Kamis, 11 September 2025

Banjir dan Longsor melanda Bali, Polri Kerahkan Personel Bantu Penanganan


BALI , protesnews.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Provinsi Bali pada 9 hingga 10 September 2025 memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Sejumlah akses jalan utama tertutup material longsor, sementara beberapa pemukiman warga terendam air. Berdasarkan laporan sementara, bencana ini menewaskan 7 orang, melukai 47 orang, serta memaksa 237 warga mengungsi ke 4 titik lokasi pengungsian.

Menanggapi kondisi darurat tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bergerak cepat bersama TNI, BPBD, serta instansi terkait. Personel Polri dikerahkan untuk membantu evakuasi korban, membuka jalur yang tertutup material longsor, hingga mengatur arus lalu lintas agar distribusi bantuan logistik tidak terhambat.


Kapolda Bali menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. “Polri berkomitmen hadir di tengah masyarakat, bersinergi dengan seluruh instansi untuk memastikan evakuasi berjalan lancar dan kebutuhan warga di pengungsian dapat terpenuhi,” ujarnya.

Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pembersihan jalur yang terdampak longsor dan menyalurkan bantuan logistik ke lokasi pengungsian. Polri juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca masih berpotensi menimbulkan bencana susulan.

Muslim

Senin, 21 Juli 2025

Kebakaran di RW 02 Duri Utara Warga Terdampak Dikunjungi Anggota DPRD PDlP Jakarta



JAKARTA, protesnews.com- Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di RW 02 Kelurahan Duri Utara  Jakarta Barat pada Senin pagi (21/7/2025), pukul 08 28 WlB. 

Kobaran api menghanguskan sekitar 86 bangunan rumah terdiri di RT 011, RT 012, RT 013 dan dan RT 014. Peristiwa kebakaran sekitar pasar kaget berada di jalan pertigaan Garuda RW 02-RW 03 Duri Utara, tidak ada korban jiwa namun dua warga mengalami luka bakar dilarikan ke rumah sakit. 

Menurut Ketua RT 011/2 Hermansyah kebakaran diduga berasal salah satu rumah di RT 011 RW 02 dengan dua pemilik berbeda, kemudian api merembet dengan cepat ke bangunan rumah sebelahnya, "Soal jumlah rumah warga terdampak dari kebakaran, kami sedang mengumpulkan KK dan KTP-e guna pendataan" terangnya kepada awak media online. 


Pemadaman selesai hingga petang pukul 12 21 WIB dan dilakukan pendinginan hingga 17 30 WIB. Jumlah Armada 18 mobil Damkar dengan 90  personel gabungan Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, dilanjut pendinginan barak api tetus dipantau Kepala Seksi Damkar Tambora Joko susilo, turut hadir Lurah Duri Utara Ari Kurnia, Sekertaris Kelurahan Iman, Kasipem Kelurahan Elsa, Babinsa Serka TNl Sadikin, Ketua RW 02 Rosyid dan Hermansyah Ketua RT 011/2 Duri Utara. 

Senin sore pukul 16 00 WIB Walikota Jakarta Barat Uus Kuswanto berkunjung lokasi bekas kebakaran mendampingi anggota DPRD DKl Jakarta Hilda Kusuma Dewi untuk meninjau lokasi terdampak kebakaran  di 4 RT dilingkunan RW 02 Duri Utara. Salah satu warga  bernama Ibu Parni (56) yang terdampak kebakaran di kunjungi anggota DPRD Jakarta, "Yang tabah ya bu semoga cepat terbangun kembali rumahnya, tetap jaga kesehatannya" pesan anggota dewan fraksi PDlP ketika berada di RT 0012/2 No.7.

Kabar sumber api diduga dari rumah yang terletak di jalan Duri l Dalam RT 011 RW 02 Duri Utara Kecamatan Tambora. Dari keterangan yang dihimpun ditempat kejadian, asap mengepul tiba-tiba timbul api besar kemudian dengan cepat merambat ke rumah didekatnya hingga ke permukiman rumah warga lingungan RT 012, RT 013, dan RT 014 terdampak jilatan  api si jago merah. 

Sebelum kejadian dua warga melihat gumpalan asap dan kobaran api yakni Daus (42), Abdul (52) spontan menghubungi poket Pemadam Kebakaran dan tidak lama kemudian sejumlah mobil Damkar datang menuju titik api melalui jalan Garuda RW 02-RW 03 Duri Utara. Selain itu mobil Damkar masuk dari jalan Krendang Raya RW 01 arah Pos RW 02 Duri Utara.


Namun saat penyemprotan air berlangsung dari slang fire hose petugas Damkar terjadi insiden adu argumen dengan warga rumah yang terdampak kebakaran tetapi kejadiannya dapat didamaikan pihak kepolisian dan tentara  yang mengawal pemadaman di sekitar lokasi, diketahui warga bersangkutan protes lantarai kinerja petugas Damkar pengendali air slang lamban. 

Ditempat berbeda, pantauan portal berita nasional protesnews.com, dua unit mobil Damkar (B 9515 PHA-B 9649 PHA) masih terpakir di jalan Raya KH.Moh.Mansyur, slang air fire hose diseretnya masuk melalui Gang Banci menuju titik api di area RT 011. Fire hose merupakan selang pemadam kebakaran berisikan air untuk mengalirkan air dari sumber air ke titik area kebakaran. 

(*ranto/jaka/herdy)

Kamis, 19 Juni 2025

Kematian Anak 12 Tahun di RSUD Embung Fatimah Batam, Kritik Keras untuk Pemerintah


BATAM, protesnews.com - Kematian anak 12 tahun di RSUD Embung Fatimah, Batam, karena dianggap tidak gawat darurat memicu kritik keras untuk pemerintah. Kasus ini menambah daftar panjang kejadian serupa yang terjadi di beberapa rumah sakit di Indonesia.(19/06/2025)


Menurut laporan, anak tersebut dibawa ke IGD RSUD Embung Fatimah dalam kondisi darurat, namun tidak mendapatkan penanganan yang tepat karena dianggap tidak gawat darurat. Kematian anak tersebut memicu kemarahan dan keprihatinan masyarakat, yang merasa bahwa pemerintah tidak melakukan cukup untuk mencegah kasus-kasus seperti ini.


"Ini bukan kasus pertama, dan kita tidak bisa membiarkan ini terus terjadi," kata seorang aktivis kesehatan. "Pemerintah harus bertanggung jawab untuk memastikan bahwa sistem penanganan darurat di rumah sakit berfungsi dengan baik dan tidak ada pasien yang meninggal karena kelalaian."


Masyarakat meminta pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah kasus-kasus seperti ini di masa depan. Termasuk meningkatkan kesadaran dan pelatihan bagi petugas kesehatan, serta memperbaiki sistem penanganan darurat di rumah sakit.


Pemerintah diharapkan dapat menanggapi kasus ini dengan serius dan melakukan evaluasi terhadap sistem penanganan darurat di rumah sakit. Masyarakat berharap agar tidak ada lagi kasus-kasus seperti ini yang terjadi di masa depan.(Timbul S)