Pernyataan tersebut muncul dalam video viral yang menunjukkan LISA menjawab pertanyaan publik dengan informasi bahwa Jokowi menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM, namun tidak lulus sehingga bukan alumni resmi.
Pernyataan LISA langsung memicu gelombang perdebatan di media sosial. UGM segera angkat suara dan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Rektor UGM menegaskan bahwa Jokowi adalah alumni resmi yang lulus dari Fakultas Kehutanan UGM sesuai data kampus.
Untuk mencegah kesalahan serupa, sistem LISA langsung dinonaktifkan sementara oleh pihak kampus.
Pihak UGM menjelaskan bahwa LISA masih dalam proses pengembangan dan belum dirancang untuk menjawab pertanyaan sensitif tentang status alumni. Kampus berjanji akan meningkatkan kapasitas dan akurasi sistem AI agar tidak lagi menghasilkan informasi yang keliru di masa depan.
Insiden ini menjadi pembelajaran penting tentang tantangan penerapan AI di layanan publik.
AI LISA sebenarnya dirancang untuk membantu layanan informasi di lingkungan UGM, seperti menjawab pertanyaan seputar akademik, kegiatan kampus, dan informasi publik lainnya.
Namun, sistem ini belum dilengkapi dengan basis data yang mencakup status kelulusan atau data pribadi alumni secara lengkap, sehingga berpotensi memberikan jawaban yang tidak akurat jika menghadapi pertanyaan yang bersifat personal atau sensitif.
Insiden ini juga memicu diskusi luas tentang batas-batas kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan. Banyak pihak menilai bahwa AI harus dikelola dengan hati-hati, terutama ketika digunakan untuk menjawab pertanyaan publik yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman atau kontroversi.
Pihak UGM menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem LISA dan memperkuat mekanisme verifikasi data agar kejadian serupa tidak terulang.
Kejadian ini juga menjadi pelajaran bagi lembaga pendidikan lain yang tengah mengembangkan sistem AI untuk layanan publik. Diperlukan standar yang ketat dan sistem pengawasan agar AI tidak menyebarkan informasi yang salah atau menyesatkan, terutama terkait tokoh publik dan data pribadi.
UGM berharap, dengan evaluasi yang komprehensif, LISA bisa kembali hadir sebagai asisten digital yang akurat dan dapat dipercaya.(Fahri)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar