Sabtu, 13 Desember 2025

 


JEPANG, protesnews.com- Amerika Serikat mengerahkan dua pesawat pengebom strategis B-52, yang mampu membawa senjata nuklir, untuk terbang bersama jet tempur Jepang di atas Laut Jepang pada 10-11 Desember 2025. Langkah ini merupakan respons langsung atas latihan militer gabungan China dan Rusia di kawasan Asia Timur, sekaligus bentuk penegasan komitmen militer antara AS dan Jepang untuk menjaga stabilitas kawasan.(13/12/25)

Latihan udara gabungan ini melibatkan dua B-52 milik AS, tiga jet siluman F-35, dan tiga pesawat F-15 dari Pasukan Bela Diri Jepang (SDF). Kementerian Pertahanan Jepang menegaskan bahwa manuver ini menunjukkan kesiapan militer tinggi dan soliditas aliansi AS-Jepang dalam menghadapi potensi ancaman dari negara-negara regional.

Pemerintah Jepang menyebut operasi ini sebagai unjuk kekuatan untuk mencegah perubahan status quo secara paksa di wilayah Asia Timur. Kehadiran bomber B-52 yang bisa membawa senjata nuklir menjadi sorotan global, karena menandai eskalasi diplomasi dan militer di tengah meningkatnya ketegangan antara kekuatan besar di kawasan.

Langkah ini juga dianggap sebagai peringatan keras kepada Beijing dan Moskow atas aktivitas militer mereka di sekitar Jepang dan Korea Selatan. Masyarakat internasional diimbau untuk memantau perkembangan situasi dengan cermat, mengingat potensi konflik yang dapat memengaruhi stabilitas global.

Langkah AS dan Jepang ini juga dianggap sebagai bentuk respons terhadap latihan militer gabungan China dan Rusia yang terus meningkat intensitasnya di wilayah Laut Jepang dan Laut Cina Timur. Latihan-latihan tersebut dinilai mengancam keamanan dan kedaulatan negara-negara di kawasan, sehingga pengerahan B-52 menjadi simbol kesiapan militer yang tinggi dari aliansi AS-Jepang.

Pemerintah Jepang menyatakan bahwa operasi ini tidak hanya bertujuan untuk mempertahankan perdamaian, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa aliansi AS-Jepang siap menghadapi segala bentuk provokasi atau ancaman dari negara-negara lain. 

Kementerian Pertahanan Jepang menekankan bahwa kerja sama militer dengan AS sangat penting dalam menjaga kestabilan kawasan dan mencegah konflik berskala besar.

Beberapa pakar militer menilai bahwa kehadiran bomber B-52 di langit Jepang bisa memicu reaksi dari China dan Rusia, mengingat pesawat ini merupakan simbol kekuatan nuklir AS. 

Namun, AS dan Jepang menegaskan bahwa operasi ini bersifat defensif dan bertujuan untuk memastikan keamanan serta kedaulatan wilayah masing-masing.

Masyarakat internasional diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan situasi dengan cermat, mengingat potensi eskalasi konflik di kawasan Asia Timur yang semakin memanas. 

Para pakar menyarankan agar semua pihak menjaga saluran komunikasi dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk ketegangan di wilayah tersebut.

Operasi gabungan ini juga menjadi momentum bagi AS dan Jepang untuk memperkuat kerja sama militer di masa depan, termasuk latihan bersama, pertukaran intelijen, dan peningkatan kapasitas pertahanan masing-masing negara. 

Masyarakat diimbau untuk mendukung upaya-upaya damai dan menghindari provokasi yang dapat memicu konflik berskala besar di kawasan Asia Timur. (Fahri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar