TANGERANG, sensornews.id – Sebanyak 70 peserta Pelatihan Kemitraan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang menyatakan kekecewaannya atas pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan surat undangan resmi. Pelatihan yang dijadwalkan berlangsung dari Kamis, 4 Desember hingga Minggu, 7 Desember 2025 di Hotel Yasmin, Binong, Curug ini ternyata berakhir lebih cepat, yaitu pada Jumat sore tanpa adanya acara penutupan resmi.(7/12/25)
Seorang peserta, yang memilih untuk tidak menyebutkan identitasnya, mengungkapkan kekecewaan kolektif para peserta. "Kami datang tepat waktu sesuai undangan, namun pelatihan sudah selesai sebelum waktunya, dan tidak ada acara penutupan apa pun dari panitia," ujarnya. Hal ini membuat seluruh peserta merasa kurang mendapat penghargaan dan penghormatan atas waktu yang telah mereka luangkan.
Masing-masing peserta menerima penggantian biaya transportasi sebesar Rp500.000,- namun proses pencairannya juga menimbulkan masalah. Peserta mengaku bahwa penggantian biaya transportasi tidak dapat dicairkan melalui rekening bank yang dibuka atas anjuran panitia, sehingga mereka harus datang langsung ke kantor Dinas Koperasi Kabupaten Tangerang untuk mengambil dana tersebut.
Kekecewaan serupa juga muncul dari pengalaman acara sebelumnya, Pelatihan Cerdas Financial Usaha Mikro bulan September 2025. Peserta menyatakan bahwa pendaftaran dilakukan melalui Google, didampingi tim panitia, dan seluruh peserta diminta membuka rekening. Namun, mekanisme pencairan biaya transportasi masih menjadi kendala karena tidak bisa diakses melalui rekening tersebut.
Peserta menambahkan bahwa laporan kegiatan pelatihan sudah seharusnya disampaikan kepada pihak kementerian terkait, terutama yang berhubungan dengan program ekspor. Mereka berharap supaya ada pertemuan bersama antara peserta, panitia, dan pihak terkait untuk membahas hal ini secara transparan.
"Kami punya data dan bukti bahwa pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Kami sangat berharap Dinas Koperasi Kabupaten Tangerang memberikan kejelasan," pungkas peserta tersebut.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang belum memberikan komentar terkait keluhan ini. Pihak media akan terus memantau perkembangan untuk memberikan informasi terbaru. (Efendi L)








